Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Salatiga akhirnya membatalkan rencana aksi unjuk rasa pada saat pelantikan Wali Kota Yuliyanto SE MM dan Wawali H Muh Haris SS MSi, Senin (11/7). Hal itu karena pihak Polres Salatiga mengeluarkan larangan aksi atau sterilisasi pada saat pelantikan yang dilakukan Gubernur Jateng H Bibit Waluyo.
Ketua Umum HMI Cabang Salatiga Akhmad Ilman Nafia mengatakan, sebenarnya HMI mengagendakan untuk turun ke jalan, saat Yuliyanto dan Muh
Haris dilantik. Sayangnya saat mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke Polres Salatiga pada hari Jumat (8/7), pihak Polres menyatakan bila hari Senin (11/7) diberlakukan larangan aksi turun ke jalan.
“Akhirnya kami membatalkan rencana aksi saat pelantikan Wali Kota dan Wawali yang baru,” terang Akhmad Ilman.
Menurutnya, larangan itu dinilai sangat aneh dan membuat kader-kader HMI merasa kecewa.
Pasalnya aksi tersebut sudah direncanakan jauh hari sebelum Kota Salatiga menggelar Pilwalkot 2011.
Mengagetkan Dimana dalam agenda HMI Cabang Salatiga, siapa pun yang jadi pemenang Pilwalkot 2011, kader HMI akan turun ke jalan saat pelantikan berlangsung.
Bagi HMI, kejadian itu merupakan hal yang mengagetkan, karena selama ini mereka belum pernah mengalami kejadian tersebut, hingga aksi dibatalkan.
Kecuali dulu di saat era Orde Baru dengan militerismenya. Tapi meski begitu, mereka bisa memaklumi hal tersebut.
Pelantikan Wali KotaWawali Salatiga sendiri berlangsung di bawah penjagaan ketat ratusan aparat.
Setidaknya diterjunkan 405 personel gabungan dari Polres Salatiga, TNI, Satpol PP, Kesbangpollinmas dan Dishubkombudpar. Bahkan puluhan personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng bersenjata lengkap juga disiagakan di kompleks Balai Kota. Juga dua kendaraan taktis turut dikerahkan dan diparkir di halaman Mapolres dan Balai Kota Salatiga.
Kapolres Salatiga AKBP Drs Kusdiantoro SH mengemukakan, Polri memang siap dalam mengamankan pelaksanaan pelantikan Wali Kota dan Wawali. Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga tercipta suasana yang kondusif di Kota Salatiga. (H53,H32-14)
read more
Kamis, 14 Juli 2011
Minggu, 03 Juli 2011
Jumat, 06 Mei 2011
SIDOREJO - HMI menggelar unjuk rasa menyikapi pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2011 di kawasan bundaran Tamansari. Perhimpunan mahasiswa itu mendesak serangan fajar yang dilakukan pasangan calon wali kota maupun tim suksesnya supaya dihentikan. Sebab, Pilwalkot Salatiga dinilainya masih rawan politik uang bermodus serangan fajar.
Ketua Umum HMI Cabang Salatiga Akhmad Ilman Nafi’a mengatakan, politik uang dalam pemilu di Indonesia telah membudaya.
Hal ini juga dinilai telah merusak adanya sebuah demokrasi. Sejauh ini, pihaknya telah mengendus tim pemburu suara yang akan bergerak di sejumlah wilayah di Salatiga. Mereka nantinya bakal memberikan amplop berisi uang dengan imbalan memilih pasangan calon tertentu.
Menurut dia, serangan fajar ini memiliki motif menggoyahkan pilihan masyarakat yang akan memberikan hak pilihnya. ”Hal ini bisa mempengaruhi hati nurani calon pemilih dalam menentukan sikapnya saat Pilwalkot. Hingga akhirnya, mereka memilih pasangan calon dengan pertimbangan nilai uang dalam amplop yang paling besar,” katanya.
Menolak
Apabila hal ini memang terjadi, pihaknya mengajak pemilih supaya menolak pemberian amplop tim pemburu suara tersebut. Jika memang tak bisa menolak, maka pemilih supaya tetap mengukuhkan hati untuk memilih pasangan calon sesuai hati nurani. Satu hal yang juga menjadi perhatian yaitu budaya golput (tak menggunakan hak pilih) dalam pemilu.
”Kami mengimbau kepada pemerintah beserta DPR supaya segera mengevaluasi undang-undang perpolitikan di Indonesia. Ini karena UU yang ada sekarang ini masih memicu kerawanan budaya politik uang dan golput,” tambahnya. Oleh sebab itu, pemilih diajak untuk bisa menjalankan demokrasi dengan baik. Memilih adalah hak, sedangkan menentukan pilihan yang baik merupakan kewajiban. (J17-14) read more
Senin, 28 Februari 2011
SIDOMUKTI- Meski hanya dihadiri dua orang calon, tetapi pelaksanaan Ngobrol Bareng Kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Salatiga, Sabtu (26/2) tetap berjalan gayeng, meriah dan diwarnai derai canda tawa.
Dua kandidat yang datang adalah H Bambang Soetopo SH, calon wali kota (Cawali) yang diusung koalisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Serta duet Yuliyanto SE MM-H Muhammad Haris SS MSI (Yaris) yang diusung PIS-PKS-PPP dan Partai Demokrat.
Dalam acara yang digelar di Graha Korpri Kota Salatiga itu, baik Bambang Soetopo atau Yaris, mengemukakan program-program mereka. Bambang Soetopo yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Salatiga itu mengusung program Gerakan Salatiga Sejahtera.
Menurutnya, gerakan tersebut telah mencakup semua aspek dan bidang kehidupan kota dan masyarakat Salatiga. Terutama memberdayakan roda perekonomian masyarakat kecil seperti pasar tradisional. Juga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Gerakan Salatiga Sejahtera memang bertujuan untuk memeberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan,” tandas Soetopo.
Banyak Konsep
Sedangkan Yaris, juga tidak mau kalah dalam mempromosikan visi misi mereka. Yuliyanto mengemukakan, bila Yaris akan mentaati segala ketentuan dan aturan jika dipercaya memimpin Salatiga.
Sebagai orang asli Salatiga, dirinya memiliki banyak konsep dan program untuk membuat Salatiga menjadi lebih baik dan sejahtera. Haris menambahkan, agenda reformasi di segala bidang yang lama diperjuangkan harus terealisasi di tataran Kota Salatiga demi terwujudnya kesejahteraan untuk masyarakat Salatiga.
Berbagai elemen masyarakat hadir dalam kegiatan yang dimoderatori Drs Hammam MPd dari STAIN Salatiga dengan Jefferson Kameo SH LLM dari UKSW selaku panelis.
Ketua HMI Cabang Salatiga Ilman Ahmad Nafi’a mengaku sangat kecewa dengan tidak hadirnya dua calon yang lain, yakni Ir Hj Diah Sunarsasi-Milhous Teddy Sulistio SE (Dihati) dan H Bambang Supriyanto SH MM-Ir Hj Adriana Susi Yudhawati MPd (Basis).
“Bagaimana pun, ini merupakan ajang untuk menyosialisasikan visi dan misi mereka, tidak hanya kepada kami melainkan kepada semua masyarakat Salatiga,’’tegas Ilman Ahmad Nafi’a usai kegiatan (Suara Merdeka, H53,J17-14) read more
Jumat, 14 Januari 2011
Akan Tetap Kritis
BELUM lama ini, Akhmad Ilman Nafi’a terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Salatiga periode 2010-2011 menggantikan Wahyu Budi Utomo. Dia terpilih menjadi ketua umum pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-19, HMI Cabang Salatiga yang berlangsung di Gedung Yayasan Dharma Insan Cita, Jalan Merdeka Selatan 03 Soka, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo.“HMI Cabang Salatiga akan tetap kritis dalam pengawalan, pengungkapan dan penyelesaian kasus korupsi yang ada di Salatiga, seperti yang selama ini dilakukan ketua dan pengurus yang lama,” kata Ilman, demikian pria kelahiran 9 Desember 1985 itu akrab dipanggil.
Ilman yang menjadi kader HMI sejak tahun 2006 itu mengemukakan, saat ini masih ada beberapa kasus dugaan korupsi yang belum diungkap atau belum dituntaskan oleh aparat penegak hukum di Salatiga.
Pengawas Independen
Padahal penyelesaiannya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Salatiga, mengingat besarnya kerugian negara yang ditimbulkan. Selain itu, pihaknya juga akan berencana turut menjadi pengawas independen dalam pelaksanaan Pilwalkot 2011.
Kelahiran Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang itu mengungkapkan, HMI juga akan berupaya terus memperbaiki dan meningkatkan pola pengkaderan. Diharapkan hal itu akan mencetak kader HMI yang lebih bermutu, baik secara kualitas atau kuantitas.
Alumni Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIN Salatiga itu menandaskan, pihaknya juga memiliki program pemberantasan buta aksara, khususnya bagi anak-anak.
Di luar kegiatannya berorganisasi, Ilman telah beberapa lama berkecimpung di dunia pendidikan. Bahkan saat ini dia juga menjabat sebagai Kepala SD Ar Rahmah, sebuah sekolah swasta yang ada di wilayah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. (Basuni H-14) read more
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

